BERTANYA PADA PANCASILA

Ilustrasi
Oleh: Lutfi Sarif Hidayat, SEI

Budi sedang duduk merenung tak biasa
Terbayang ia negeri tercinta Indonesia
Oh.. Indonesia dalam masalah, rakyat merana
Tetiba fikirnya bertanya, ada apa?

Budipun berdiri menatap kebun dari jendela
Dalam ingatannya, semasa kecilnya
Gurunya pernah berkata padanya
Negeri ini punya pusaka, namanya Pancasila

Lalu Budi membuka
Sila demi sila di dalam Pancasila
Ia pun bertanya pada Pancasila

Wahai pusaka
Siapakah mereka?
Mereka yang ber-Tuhan namun jumawa, durjana
Tak percaya kuasa dari Yang Maha Kuasa
Mereka yang ber-Tuhan tapi asusila
Atau mereka yang membiarkan asusila
Dengan aturan-aturan yang dibuatnya
Mereka siapa?

Wahai pusaka
Siapakah mereka?
Mereka berkata adab butuh revolusi semua
Namun sedianya, mereka sendiri tak beradab semua
Mereka siapa?

Wahai pusaka
Siapakah mereka?
Mereka mengatakan bersatu untuk semua
Tapi adanya, sikap mereka berdusta
Mereka memilih siapa yang dirangkul baginya
Dan memilih siapa yang hendak dipukul olehnya
Mereka siapa?

Wahai pusaka
Siapakah mereka?
Mereka bilang agar selalu musyawarah bersama
Faktanya siapa yang tak sejalan dengan mereka
Disingkirkan, dibubarkan, dibusukan, dikriminalisasikan semua
Mereka siapa?

Wahai pusaka
Siapakah mereka?
Mereka berkata akan adil pada rakyatnya
Nyatanya kesenjengan dimana-mana
Rakyat merana dan tak punya apa-apa
Sedang para durjana, para jumawa
Berpesta pora dengan orang-orang kaya
Bersepakat membuat aturan-aturan negara
Mereka siapa?

Budi akhirnya sadar, bahwa sang pusaka
Tidak bisa menjawab dengan kata
Hatilah yang menjawab dengan asa
Mereka semua telah meninggalkan pusaka
Mereka lebih memilih tahta dan harta
Tidak lagi mengabdi untuk rakyat dan negara

Budi menangis, dan bertanya-tanya
Kemana ia akan menaruh asa
Sedang mereka berbuat semaunya
Dengan kuasa yang dipunya
Budi pun berkata, andai mereka tiada!

Jogja, 13 Juni 2017

No comments

Powered by Blogger.